Kebakaran Palmerah menghanguskan sedikitnya lima rumah semi permanen di Jalan Palmerah Utara III, Jakarta Barat, Minggu (5/7) malam. Petugas pemadam berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar satu jam, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Palmerah Utara III, RT 15/RW 08, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat, pada Minggu (5/7) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya lima rumah semi permanen.
Api dengan cepat membesar setelah muncul dari salah satu rumah. Kondisi bangunan yang berdempetan membuat kobaran api mudah menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.
Sementara itu, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Berkat penanganan cepat, api berhasil dicegah agar tidak merembet ke bangunan lain.
Salah seorang warga, Rafi, mengatakan dirinya mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat telepon dari keluarganya. Saat itu, ia sedang berada di luar rumah.
Menurut Rafi, titik awal kebakaran berada di rumah milik seorang warga bernama Pak Beni. Setelah itu, kobaran api terus membesar dan menjalar ke sejumlah rumah di sekitarnya.
“Awalnya saya enggak tahu, karena lagi di luar. Terus ditelpon keluarga bahwa ada kebakaran. Yang terbakar rumah Pak Beni, terus nyebar. Lima rumah lebih,” kata Rafi.
Ia juga menyebut informasi yang diterimanya dari warga mengarah pada dugaan api berasal dari kompor yang masih menyala saat ditinggalkan.
“Katanya lagi masak, terus lupa ditinggal,” ujarnya.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Kota Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan api.
Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan bersama 65 personel. Petugas mulai melakukan proses pemadaman sejak pukul 18.37 WIB.
Selain memadamkan kobaran api, petugas juga berupaya melokalisasi titik kebakaran agar tidak menyebar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Dalam praktiknya, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Setelah bekerja keras di lapangan, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api hingga kondisi dinyatakan aman.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya lima rumah semi permanen mengalami kerusakan berat setelah dilalap api. Bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat menguasai area permukiman.
Namun, tidak ada laporan korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Informasi awal hanya menyebut kerugian berupa kerusakan pada bangunan yang terdampak.
Yang menjadi sorotan, keberhasilan petugas mengendalikan api dalam waktu relatif singkat membuat kobaran tidak sempat menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Meski muncul dugaan kebakaran dipicu kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala, penyebab pasti insiden tersebut belum ditetapkan.
Karena itu, kasus kebakaran kini ditangani pihak kepolisian dari Polsek Palmerah. Aparat akan melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi.
Di sisi lain, keterangan warga akan menjadi salah satu bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga akan mengumpulkan informasi dan bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Secara faktual, kebakaran berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, lima rumah semi permanen hangus sehingga para penghuni terdampak harus menghadapi kerusakan tempat tinggal mereka akibat insiden tersebut.

